trip to bangkok – day 1


The second time to abroad

Pengalaman kali ini benar-benar mengesankan, mulai dari yang paling menyenangkan sampai yang paling aneh. Kali ini saya dan seorang teman sudah merencanakan pergi ke bangkok. Seperti perjalanan yang kemarin, kali ini kami membeli tiket promo ke bangkok. Booking sudah saya lakukan tahun kemarin. Sayangnya kali ini saya tidak bisa mendapatkan yang 100% gratis alias Rp 0, jadi separuh perjalanan harus membayar tiket, tetapi dengan harga murah sekali.

Perjalanan kali ini kami tempuh dengan semangat bonek. Pada perjalanan yang sebelumnya (ke singapore), kami terlebih dahulu brwosing tempat penginapan kemudian melakukan booking beberapa hari sebelum keberangkatan. Tetapi pada perjalanan kali ini, kami putuskan untuk “go show”, maksudnya mencari tempat penginapan setibanya di sana. Menurut informasi buku maupun di internet, daerah khao san adalah daerah surganya para backpacker, dimana banyak terdapat penginapan murah.

And the journey is begin…

Hari rabu tanggal 1 juni 2011, saya putuskan untuk cuti dan melakukan persiapan final untuk berangkat. Karena pesawat berangkat pukul 15.30, maka saya dan teman saya berangkat ke bandara pukul 13.15 by taxi.

The flight is on schedule.

Sampai bandara sekitar pukul 14.00, kemudian langsung antri untuk cek in. Selagi kami antri cek in, mbak petugas airasia melihat bahwa kami tidak memakai layanan bagasi sehingga disarankan untuk cek in lewat web yang ada disana. Oke lah saya coba cek in by web. Cek in by web sih oke, karena tidak perlu antri. Hanya saja kekurangannya, kita tidak bisa request nomor tempat duduk atau posisinya (misal ingin dekat jendela atau berdekatan dengan teman kita, dsb). Setelah cek in lewat web, calon penumpang bisa langsung ke depan counter cek in untuk membayar pajak bandara (known as airport tax). Beberapa kali terbang bersama airasia belum pernah sekali pun delay, jadi memang harus datang sebelum waktunya. Sekedar tips saja buat yang pertama kali ke sebuah negara, sebaiknya datang maksimal 2 jam sebelum flight karena kita tidak pernah tahu seberapa banyak antrian cek in dan cek imigrasi serta segala pernak-perniknya.

And i am flight with airasia go to suvarnabhumi airport.

Deg deg an… aaa… perjalanan ini agak mengkhawatirkan karena kami tidak memesan penginapan terlebih dahulu, selain itu saya juga khawatir dengan kendala bahasa. Dan benar yang saya khawatirkan, baru sampai di bandara saja susah bertanya dengan bahasa inggris kecuali kepada counter-counter informasi. Petugas bis dan security pada umumnya tidak bisa berbahasa inggris, mereka hanya bahasa isyarat dan kata-kata  “no”, “yes”, “I don’t know”. Well, memang harus gigih mencari orang yang bisa berbahasa inggris disana.

at suvarnabhumi airport
at suvarnabhumi airport

Okey we are leaving the airport…

Dari beberapa referensi yang kami baca membuat kami memutuskan untuk mencari penginapan di sekitar khao san. Dari bandara ke daerah khao san kami tempuh dengan BTS sky train (jalur express line langsung ke stasiun phaya thai tanpa berhenti-berhenti di stasiun-stasiun yang dilewati sehingga hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit). Setelah sampai phaya thai, perjalanan kami teruskan dengan taxi, sebenarnya bisa juga naik bus nomor 9 (turun di depan khao san) atau 509 (turun di jalan besar sebelah khao san di depan monument) jalur yang ke arah timur. Tetapi karena kami belum tahu arah dan orang disana susah berbahasa inggris, akhirnya kami memutuskan untuk naik taxi saja. Ternyata tarif taxi di bangkok relatif murah dibandingkan surabaya. Dari phaya thai ke soi rambuttri (gang sebelah khao san) kami cukup membayar 67 THB (20rb rupiah) dengan jarak kira-kira dari stasiun pasar turi ke kampus B unair.

Gawat!! ternyata pak supir taxi tidak tahu letak khao san, beliau menurunkan kami di soi rambuttri. Esoknya baru kami tahu bahwa letak khao san persis di sebelah soi rambuttri. Karena sudah malam, tidak tahu arah, dan berbekal peta yang juga membingungkan, kami mencoba bertanya dimana letak erawan house. Untunglah ada yang mengerti dan menunjukkan dimana letaknya. Tempatnya agak tersembunyi di gang kecil, jalan lurus di gang sebelah bank ayudya kemudian belok kiri dan belok kanan ke gang kecil. Walaupun letaknya agak tersembunyi tetapi pelayanannya cukup bagus, fasilitas yang lengkap dengan harga yang sangat terjangkau, ditambah lagi jauh dari hingar bingar musik jedug-jedug (dan salah satu petugas disana good looking + ramah, hehehe). Hari pertama menginjakkan kaki di bangkok sudah cukup malam sekitar pukul 20.00. Sehingga sisa malam kami habiskan dengan beristirahat.

khao san road
khao san road

 

 

 

 

 

 

 

 

Keuangan trip day 1

1. airport tax di juanda Rp 150.000

2. express line 90 BHT

3. taxi 67 BHT

4. bayar penginapan untuk 4 malam (twin bed) + deposit 500 THB = 3500 THB


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s