etika timur? heh?


Jresss… Spontan semua orang dalam bemo yang penuh ini menoleh mencari-cari apakah ada jendela sebelah kanan yang terbuka. Bemo berjalan perlahan merapat ke lajur sebelah kiri, karena situasi saat itu hujan agak deras. Sisi sebelah kanan bemo adalah yang berhadapan dengan sisi jalan yang dilalui kendaraan lain, sedangkan sebelah sisi kiri bemo adalah yang berhadapan dengan trotoar (tempat berjalan bagi pejalan kaki). Mungkin pada saat itu pak supir bemo memahami bahwa sebagian besar penumpangnya adalah anak-anak sekolah berseragam putih, sehingga beliau memperlambat laju bemonya agar tidak ada percikan air hujan yang masuk bemo lewat pintu yang terbuka. Tapi tiba-tiba saja dari belakang melaju sebuah mobil dengan kencangnya sampai-sampai terdengar bunyi percikan air dengan keras. Betapa terkejutnya kami, ternyata kaca jendela sebelah kanan ada yang sedikit terbuka. Seseorang yang duduk tepat di depan kaca yang terbuka adalah seorang siswa berseragam putih, kasihan sekali. Baju putihnya di bagian belakang terkena cipratan dan meninggalkan noda hitam. Dalam hati bersyukur baju seragam saya tidak terkena cipratan, tetapi saya juga ikut menyesalkan peristiwa itu. Peristiwa sepele yang sering terjadi, tetapi begitu melukai kesadaran etika saya yang telah terbentuk selama ini.

Saat ini sudah suatu hal yang dimaklumi bersama, jika pengendara sepeda motor atau pejalan kaki terkena cipratan dari pemakai jalan yang lain, entah itu dengan sepeda motor ataupun mobil ketika sedang hujan. Ketika kita sudah berhati-hati agar percikan dari kendaraan kita tidak mengenai sekitar kita, tiba-tiba saja ada kendaraan lain yang dengan cueknya melaju dengan kencangnya. Memang dalam hati hanya bisa istighfar sambil mendoakan semoga orang yang berbuat demikian diberikan hidayah kebaikan oleh Tuhan. Berprasangka baik saja, mungkin saat itu orang yang sedang lewat itu sedang diare sehingga harus segera ke toilet, atau sedang membawa seseorang yang sakit parah, atau sedang mengantarkan istrinya yang hendak melahirkan, atau harus menghadiri sebuah acara atau ujian yang sangat penting, atau hendak mendapatkan uang milyaran rupiah.

Memang terkadang walau sudah berhati-hati, percikan air dari kendaraan kita sedikit banyak mengenai kendaraan lain disekitar kita. Tetapi setidaknya kita sudah berusaha tidak merugikan orang lain, sebisa kita. Takutnya ketika kita menyipratkan air dan mengenai orang lain, nantinya kita didoakan yang tidak seharusnya oleh orang tersebut karena dia merasa dirugikan, tapi semoga saja tidak pernah terjadi.

Tapi apa benar sih, kita orang timur yang terkenal santun dan ramah, sudah lebih barat dari orang barat? Orang barat saja kagum pada orang timur karena keramahan dan kesantunannya… Heh? Mungkin juga sih kalau sekarang pandangan itu sudah berubah…

Kamus
Bemo : mobil angkutan kota, mikrolet

Sent from my BeBe CaCa®
powered by Matrix – INDOSAT’s strong signal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s