Bangunkan kami dari tidur panjang


Dulu, sewaktu saya masih kecil, acara berita di televisi hanyalah di stasiun nasional TVRI. Acara berita yang paling berkesan adalah ketika jam 9 malam, yaitu “Dunia dalam berita”. Mengapa paling berkesan? Karena isi beritanya menarik, membuat saya bisa melihat apa kabar manusia di belahan dunia yang lain dan yang pasti isinya bukan berita monoton tentang pertanian, pembangunan, dan semacamnya. Salah satu berita yang paling saya ingat sampai sekarang adalah tentang bentrokan warga palestina dan israel. Waktu itu saya bertanya kepada kakak saya, “mengapa mereka berkelahi?”, “siapa yang jahat?”, “gimana ceritanya?”. Awalnya saya berpikir warga palestina yang suka cari gara-gara karena mereka adalah pihak demonstran, sehingga menimbulkan bentrokan. Tapi setelah kakak saya memberi penjelasan, saya jadi tahu bahwa yang jahat adalah israel. Bersyukur punya kakak yang suka baca koran.

Peristiwa di timur tengah yang terjadi akhir-akhir ini mengingatkan saya tentang memori belasan tahun silam. Tidak sama konteksnya, tetapi sama-sama menunjukkan bergejolaknya dunia islam. Saya turut sedih, marah dengan para penindas, merasa sepenanggungan. Tetapi saya benar-benar tidak bisa membayangkan memposisikan diri saya dalam situasi konflik. Melihat polisi dengan senjata saja ngeri, apalagi benar-benar berada pada posisi jiwa terancam dengan peluru berterbangan disana-sini. Belum lagi serangan udara dari arah yang tidak bisa diduga, dan bom yang kapan saja bisa jatuh mengenai kita.

Memang tidak cukup dilukiskan dengan kata-kata, tentang sebuah perjuangan bahkan tentang sebuah kepahlawanan. Pantas saja banyak dari generasi muda di Indonesia berkelakuan jauh berbeda dari para pendahulunya. Banyak yang tidak mengerti, walaupun hanya sedikit, tentang arti sebuah perjuangan. Bahwa negeri ini direbut dengan ribuan nyawa syuhada yang bergerilya dengan menggemakan takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Mengenal pahlawannya saja hanya sekedar tahu nama dan beberapa kalimat di buku sejarah tentang sedikit sekali sepak terjang mereka. Film perjuangan pun sudah tidak lagi diminati, “sudah nggak njaman” katanya. Bagaimana generasi muda ini bisa ‘bangun’ dan membangun? Bagaimana membangunkan seseorang yang tersihir hingga tertidur dan bermimpi tentang indahnya surga dunia?

Perubahan negeri ini tidaklah perlu dengan revolusi seperti negara-negara Arab jika telah hadir pribadi-pribadi yang hanya takut pada Tuhannya. Kemudian pribadi-pribadi rabbani tersebut membina keluarganya, menyebarkan kebaikan kepada teman, saudara-saudaranya. Berbicara, apalagi dalam tulisan memang sungguh mudah, padahal kenyataannya tidak demikian. Seperti halnya membangunkan anak-anak untuk bangun dan melakukan sholat subuh. Tidak akan mudah untuk ‘membangunkan’ generasi yang telah di’nina-bobo’kan oleh impian tentang menjadi seorang idola, dan orangtua yang mendukung anak-anaknya untuk menjadi public figur yang sensasional. Mari kita bangunkan mereka dari tidur panjangnya. Mari kita sampaikan kabar gembira bagi mereka yang taat pada Tuhannya. Perjuangan ekstra memang dibutuhkan bagi kita yang tinggal di negeri seperti ini. Tapi paling tidak, kita tidak perlu berhadapan dengan moncong senapan dalam jarak beberapa sentimeter. Kita juga tidak perlu berhadapan dengan dinding-dinding yang bisa ‘mendengar’. Kita masih bisa dengan leluasa berbicara tentang dakwah kita dimanapun kita berada.

So keep your spirit. Jadilah alasan, lakukan amalan agar menjadi alasan bagi Allah untuk menurunkan berkahnya bagi bangsa ini, dan jamaah ini. (Teringat kata-kata murrobi pada sebuah pertemuan liqo)

*especially dedicated to myself

Sent from my BeBe CaCa®
powered by Matrix – INDOSAT’s strong signal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s