jamaahku itu, jamaahmu apa? (1)


Lucu juga membaca blog dari orang yang katanya pernah mencintai jamaah dakwah yang bernama PKS. Sepertinya kalau ngomong dengan mereka sama saja ketika saya mengajak bicara konsep kepada orang yang tidak mengerti konsep. Seperti di kantor, biasanya ketika sudah melakukan hal-hal teknis (pekerjaan teknisi sehari-hari), masalah prinsip dasar hanya dimengerti yang seperlunya saja, yang mana yang bisa dipraktekkan untuk troubleshoot dan maintenance. Sehingga ketika saya mencoba berbicara tentang sesuatu konsep diluar itu, kebanyakan orang tidak akan memahami perkataan saya…tapi akhirnya ada satu orang yang mengerti, dan itu adalah senior saya (Mr Gixz, you’re the best).

Sama saja ketika saya berbicara tentang kuliah pemrograman. Dalam pemrograman (dan saya rasa banyak juga dalam displin ilmu lainnya) jika kita tidak bisa memahami konsep dasarnya, maka kita tidak akan bisa mengikuti penjelasan lebih lanjut, karena kita tidak mengerti. Misalnya juga dalam pelajaran kimia, bagaimana bisa dari hidrogen dan oksigen terbentuk air? Bagi orang yang tidak pernah mempelajari kimia mungkin suatu hal yang mustahil, padahal ini hanyalah kasus sepele dari pelajaran kimia bahwa gas hidrogen dioksidasi sehingga terbentuk H2O yang merupakan senyawa air.

Sama juga dalam sebuah perjalanan dakwah. Tentunya kita harus memahami prinsip dasarnya. Apakah tujuannya? Cara apa yang kita tempuh? Sebenarnya semua sudah terdapat contoh atau tuntunan dari Rasulullah. Tetapi tentu saja jaman kita hidup sudah sangat jauh berbeda dari kehidupan Rasulullah dalam hal tata cara pemerintahan, gaya hidup masyarakat, dll sehingga beberapa jamaah dakwah melakukan ijtihad (fiqh kontemporer).

Bayangkan ketika kita hendak menuju ke suatu tempat, misalnya dari surabaya ke jakarta. Pastinya kita harus menentukan akan naik apa. Tidak bisa tiba-tiba sampai jika tidak menaiki alat transportasi. Dan kita memilih sarana transportasi pun pasti ada alasannya. Begitupun dalam jamaah dakwah. Kita punya tujuan, meskipun tujuan kita sama pastilah kita harus pergi dengan sebuah sarana/kendaraan. Kita tidak bisa mencapai tujuan kita tanpa suatu metode dalam mencapainya. Bahkan sulap pun ada teknik dan triknya. Sehingga dalam memilih jamaah dakwah yang menjadi kendaraan/sarana kita beramal pasti ada alasannya juga.

(bersambung)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s