Say NO untuk “virus cinta”


Setiap kita pasti pernah memakai pc. Kebetulan saya pemakai pc bersistem operasi windows. Ketika kita menyalakan komputer dan melakukan sesuatu, maka setiap sesuatu yang kita lakukan pasti didukung oleh sebuah proses. Proses adalah suatu aktivitas yang otomatis dibuat oleh sistem operasi untuk mendukung keberlangsungan sesuatu yang kita lakukan selama kita menggunakan pc. Sehingga logikanya, tidak mungkin kita bisa melakukan sesuatu tanpa terciptanya sebuah proses. Misalnya kita main game, mengetik di word, membuka database, meng-edit gambar, semuanya didukung oleh proses-proses yang unik satu sama lain. Proses bisa dilihat di ‘task manager’ tab ‘processes’. Proses berjalan di ‘background’. Proses juga bisa diibaratkan seperti para koki yang senantiasa sibuk di dapur untuk menyiapkan pesanan para pengunjung restoran. Itulah sekilas tentang ‘process’.

Cinta adalah sebuah rasa. Tidak hanya manusia yang memilikinya, bahkan hewan juga. Sebuah rasa adalah sebuah ‘process’. Rasa bekerja secara ‘background’. Sebuah rasa yang dimiliki seseorang tidak akan bisa secara jelas diketahui orang lain, kecuali ia telah terejawantahkan dalam bahasa visual atau verbal. Walaupun begitu, sebuah rasa akan memunculkan suatu aksi, yang bisa jadi akan memunculkan reaksi. Misalnya rasa marah akan memunculkan 2 kemungkinan aksi, yaitu mengungkapkan kemarahan dengan lisan atau perbuatan (atau kedua2nya), atau meredamnya dengan istighfar dan mengambil air wudhu, atau hanya dengan mengambil nafas dalam-dalam dan berdiam diri. Dalam wujud apapun, sebuah rasa yang muncul akan menghasilkan sebuah aksi. Ibarat sebuah koki yang memproses sebuah pesanan ketika datang seorang pengunjung. Koki akan membuat makanan, sedangkan rasa akan memunculkan sebuah aksi. Makanan yang disajikan koki tidak selalu makanan besar, bisa hanya sekedar hidangan pencuci mulut. Aksi yang dimunculkan karena rasa juga tidak selalu besar, tetapi pasti ada.

Cinta adalah sebuah rasa. Rasa cinta itu mirip rasa marah, ia bisa meluap atau ia bisa juga hanya tersembunyi dalam diam. Ketika dalam sistem operasi kita muncul sebuah proses yang bernama ‘cinta’, maka marilah kita analisa terlebih dahulu. Cinta yang kita punya, apakah bersifat sebagai virus ataukah bersifat sebagai aplikasi yang menghasilkan banyak hal baik dan memudahkan pekerjaan kita. Cinta yang berupa aplikasi yang berguna adalah cinta yang sudah sepatutnya kita miliki, cinta kepada Tuhan, cinta kepada keluarga (orangtua, saudara, pasangan, anak, dll), teman, dan cinta lain yang berhak kita miliki. Cinta yang kita punya sebelum kita berhak memilikinya bisa kita sebut sebagai virus. Virus itu tidak akan nampak dalam bentuk aplikasi, tetapi dia bekerja secara diam-diam merusak file-file kita atau bahkan sistem operasi kita. Dia juga bekerja dengan sebuah proses, tetapi proses virus tidak akan tampak dalam list proses-proses normal, kalaupun tampak tidak akan bisa dihentikan seperti proses normal lainnya.  Ketika virus itu tidak segera kita bersihkan, maka ia akan semakin merusak diri kita. Minimal ia akan menimbulkan kesedihan, berlanjut kepada air mata, bahkan sampai mengganggu aktivitas, sampai-sampai tidak sedikit yang ingin bunuh diri. Itulah akibatnya jika cinta yang tak seharusnya dibiarkan berlarut-larut. Ketika cinta itu tidak bisa tersalurkan, ia akan mempunyai efek merusak.

Sebuah rasa harus disikapi dengan cara yang tepat. Kalau sebuah rasa itu bisa menjadi penyakit, lebih baik segera disembuhkan dari awal. Tidak usahlah kita mencintai seseorang diam-diam. Tidak perlulah kita saling bermain komitmen selain komitmen pernikahan. Karena virus itu namanya lucu-lucu dan menarik, tapi efeknya benar-benar tidak lucu dan tidak menyenangkan.

Ctrl+Alt+Del –> Task manager –> Processes –> Virus Cinta –> End Process

 

(wallahua’lam)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s