seharusnya dan tidak seharusnya


Kata ‘seharusnya’  dan kata ‘tidak seharusnya’… Mereka selalu ada beriringan.

‘Seharusnya’ dan ‘tidak seharusnya’ akan selalu ada selama di dunia ini menganut hukum ‘relativitas’ (artinya setiap sesuatu dinilai tergantung pribadi setiap orang, jadi tidak akan mungkin kita menyeragamkan pendapat dan penilaian manusia).

‘Seharusnya’ lebih mencerminkan untuk menggambarkan sesuatu yang ideal. Sesuatu keinginan untuk diwujudkan. Kata “seharusnya” menandakan bahwa ada sesuatu yang kurang benar dan harus diluruskan, atau sebuah permasalahan untu dipecahkan. Terkadang orang menilai kata tersebut ditujukan untuk sebuah tuntutan. Boleh jadi kata ‘seharusnya’ itu sangat sulit untuk diwujudkan. Sedangkan kata ‘tidak seharusnya’ dipakai tergantung konteksnya. Jika digunakan untuk meng-counter kata ‘seharusnya’ maka ia berarti menutup jalan akan sebuah kemungkinan. Sebuah keinginan akan sesuatu yang lebih baik. Maka ia akan mengatakan sesuatu yang sebaliknya. “tidak seharusnya” berkata “seharusnya”.

Apa yang kita lakukan ketika ada orang lain mengatakan ‘seharusnya’? Jika kita tidak sepakat, mungkin kita akan mengatakan ‘tidak seharusnya’, tidak seharusnya berpikir demikian karena itu salah. Mungkin sebagian kita akan berkata “jangan menuntut dan jangan berkata seharusnya”. Orang-orang yang gemar berkata ‘seharusnya’ mungkin adalah tipe-tipe orang pemimpi, karena harapan mereka selalu berbenturan dengan realitas yang berkebalikan. Sedangkan tipe orang yang berkata ‘tidak seharusnya’ adalah mungkin orang-orang yang lebih realistis, dan mengikuti apa yang sudah ada.

Mungkin kata ‘seharusnya’ dan ‘tidak seharusnya’, sudah selayaknya saling melengkapi. Kata ‘seharusnya’ menunjukkan sebuah cita-cita dan harapan. Sedangkan kata ‘tidak seharusnya’ menjadi pem-balance terhadap cita-cita ideal tersebut. Ketika kata “seharusnya” berkompromi dengan kata “tidak seharusnya”, idealnya akan tercipta solusi dari sebuah permasalahan.

Bolehlah setiap kita berkata ‘seharusnya’ dan ‘tidak seharusnya’. Karena selama  dunia ini masih berputar, hukum ‘relativitas’ akan tetap berjalan.

*anyway thanks for the words ‘tidak seharusnya’


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s