maaf, karena aku lebay kamu jadi semakin ingin


Memang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jangankan sesuatu yang kurang baik, sesuatu yang baik dan diperlukan pun akan jadi tidak baik jika berlebihan.

Terkadang sesuatu itu digembar-gemborkan dan terlalu diumbar kepada umum, tentang kepemilikan akan sesuatu atau mungkin tentang pencapaian akan sesuatu. Tahukah kita bahwa ada beberapa orang yang  mungkin sudah lama mendambakan sesuatu seperti yang kita miliki ? Walaupun sudah berbagai cara mereka lakukan, tetapi upaya mereka belum juga membuahkan hasil.Entah sudah berapa rakaat mereka persembahkan dipenghujung malam, entah sudah berapa ribu kali mereka menangis dalam doa agar doa mereka dikabulkan Sang Maha Mendengar? Doa mereka, agar Allah juga mengaruniakan kepada mereka apa yang telah dikaruniakan kepada kita.

Saya yakin mereka tidak berputus asa terhadap rahmat Allah. Saya yakin mereka terus berusaha dan berdoa untuk memantaskan diri mendapatkan doa mereka. Tetapi mereka hanya manusia biasa. Terkadang ada kalanya mereka merasakan sedikit bersedih. Bukan mereka tidak suka melihat kita bahagia. Hanya saja, masih ada tanda tanya besar, kapan doa mereka akan dikabulkan. Pernahkah kita merasakan hal itu ? Mungkin sebagian kita belum pernah merasakan betapa sebuah fase kehidupan kita seakan berhenti atas tertundanya dikabulkannya doa kita.

Kadang pengekspresian secara berlebihan (lebay) di status-status kita ditempat manapun bisa dipasangi status, membuat sebagian orang semakin mengelus dada, mengatakan kepada diri sendiri “sabar, suatu saat mungkin akan bisa seperti mereka”. Ekspresi lebay bisa tentang banyak hal, misalnya keluarga, orang-orang yang kita cintai, anak, harta, rumah, pekerjaan, dll. yang semua itu bisa membuat orang lain menjadi semakin ingin. Berbeda dengan memotivasi. Mungkin sebagian orang menganggap hal itu untuk memotivasi yang lain. Jika memotivasi, harusnya diperhatikan segment audiencenya, atau memang sudah kelihatan dari gaya bahasa dan kata-katanya. Berbeda sekali antara memotivasi dan lebay.

Sukakah kita melihat kawan kita menjadi sedih dengan ke-lebay-an kita ?
Mari sama-sama menjaga perasaan orang lain dengan berlaku sewajarnya di ‘tempat’ umum. Bahkan bisa jadi, sahabat kita pun merasakan hal yang sama ketika kita bercerita terlalu lebay.
Satu hal yang perlu kita ingat lagi, semua terjadi karena Allah berkehendak (selain usaha dan doa kita).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s