Tentang Andre (1)


Perjalanan hidup seringkali membawa perubahan-perubahan dalam hidup seseorang. Ternyata memang Tuhan begitu sayang kepada hambaNya sehingga Dia sering memberikan pelajaran-pelajaran berhikmah. Dan hikmah itu hanya bisa diterima oleh mereka yang mau belajar dan mendekat padaNya.

Ayahnya adalah seorang pegawai yang mengabdi pada negara. Dahulu kehidupan seorang PNS Depkeu tidak bisa semegah kehidupan pegawai seperti sekarang ini. Kehidupan keluarganya sederhana dan sering berpindah-pindah (karena memang sudah tuntutan pekerjaan). Walaupun hidup sederhana, ayahnya tetap mengusahakan tabungan bagi kehidupan anak-anaknya. Teman saya pun mengikuti orangtuanya yang berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya. 

Kehidupan yang berpindah-pindah tidak lantas membuatnya mempunyai banyak teman. Dia lebih senang berada di rumah dan belajar memainkan gitarnya. Mungkin jika melihat sosoknya sekarang ini, tidak akan ada yang menyangka kalau dahulu dia tidak mempunyai banyak teman. Andre yang sekarang adalah seseorang yang supel, ramah, dan terkenal gokil. Sifatnya yang menyenangkan membuatnya cocok bekerja pada bidang marketing, walaupun keahliannya sebenarnya pada bidang teknik.

 Semasa bersekolah di daerah-daerah yang bisa dibilang kurang maju, Andre lebih dekat dengan teman-temannya yang minoritas, yaitu mereka yang dikenal bukan sebagai anak yang pandai. Dia suka mengajari teman-temannya setelah jam pelajaran berakhir. Menurutnya, teman-temannya bukannya memang asli bodoh, hanya saja mereka malu untuk bertanya. Andre sendiri sebenarnya juga tidak dikenal sebagai murid teladan. Dia sering dihukum dan diumpat guru-gurunya karena malas dan tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah. Walaupun begitu, dia selalu mendapatkan rangking di kelasnya. Hal tersebut malah membuatnya semakin dekat dengan ’kaum minoritas’ (tiba-tiba mirip cerita robin hood, the prince of thief yang dekat dengan kaum miskin dan terpinggirkan ^_^).

Sewaktu SMA, cawu pertama dia sempat bersekolah di Meulaboh, Aceh barat. Sedangkan pada cawu kedua, dia pindah bersekolah di Surabaya karena ayahnya pindah tugas ke padang. Andre dititipkan ayahnya untuk tinggal dengan neneknya. Dia merasakan betapa jauh berbedanya mutu pendidikan di daerah-daerah indonesia. Semenjak di surabaya, Andre tidak lagi menjadi anak yang bandel di sekolah, tetapi sudah berubah menjadi anak yang rajin. Selama SMA Andre tidak pernah memiliki uang jajan dan dia bisa menikmati jajan jika ada temannya yang menraktir.

Andre termasuk anak yang memiliki harga diri tinggi. Selama dia bisa membiayai kebutuhannya, maka dia tidak akan meminta kepada orangtuanya. Dia membiayai sendiri lesnya untuk persiapan UMPTN dengan uang hasil tabungannya selama ini. Alhamdulillah usahanya diridhoi Allah, setelah SMA dia berhasil masuk perguruan tinggi negeri di Surabaya  Ketika Andre berkuliah, kakak-kakaknya sudah bekerja sehingga tanggungan ayahnya menyekolahkan anak-anaknya sudah berkurang dan bisa membiayai kuliahnya.

Tapi Andre tidak mengetahui, perjalanan hidupnya ke depan yang penuh dengan tantangan…

(bersambung)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s