wahai orang dewasa, tolong pahami aku


Masih teringat beberapa hari yang lalu, suasananya seperti ini, ketika saya pulang kerja setelah sholat magrib di kantor. Cuaca saat itu sedang gerimis. Ketika tiba di sebuah gang di dekat rumah saya, saya berpapasan dengan seorang bapak dan anak balitanya (kira-kira berumur 3 tahun) yang hendak keluar rumah. Sang bapak dan anaknya membawa payung mereka masing-masing. Ketika mendengar suara sepeda motor saya, sang bapak buru-buru menuntun anaknya untuk menyeberang jalan, sebelum saya lewat. Setelah sampai diseberang, sang bapak membuka payungnya dan membukakan payung untuk anaknya. Tetapi tampaknya anaknya tidak bisa membawa payung dengan benar sehingga sang bapak berkata kepada anaknya “yang bener dong kalau makai payung, gimana sih”. Sejenak saya kembali teringat masa kecil dan saya sering kali mengalami hal yang sama dengan anak kecil tadi. Seringkali orang dewasa mengatakan hal demikian ketika anak kecil berbuat kesalahan. Saya masih ingat betul beberapa detail kejadian ketika saya masih kecil. Ketika berbuat sesuatu dan disalahkan, dalam hati saya ingin mengatakan “saya memang nggak ngerti yang benar seperti apa. Mengapa orang-orang dewasa ini tidak mengajari saya terlebih dahulu bagaimana yang benar?”. Suatu capture kejadian yang sederhana tetapi dampaknya memberikan perasaan tertekan bagi anak-anak. Alangkah menyenangkannya jika sang bapak tadi berkata, “nak, begini lho cara memegang payung yang benar”. Pastilah kejadian tadi akan berakhir dengan menyenangkan dan damai, tidak ada syaraf yang harus terputus.

Mungkin kita masih ingat cerita Rasulullah dengan anak kecil yang kencing pada pangkuan beliau. Saya kurang tahu dasar riwayatnya. Kurang lebih ceritanya pada waktu itu Rasul sedang memangku seorang anak kecil. Kemudian anak itu kencing di pangkuan beliau. Serta merta ibunya merenggut anak kecil tersebut dari pangkuan Rasul. Kemudian Rasul bersabda “Noda dibajuku dapat hilang dalam sekejap, ketika aku mencucinya. Tapi urat yang putus di kepalanya karena hardikanmu, takkan hilang selamanya”.

Kemudian ada riwayat yang lain tentang Rasul bersama kedua cucunya.

Dari Abu Laila RA, dia mengatakan, “Aku bersama Rasulullah SAW, ketika itu di dada atau perutnya ada Hasan atau Husain. Aku melihat kencingnya mengucur ke mana-mana, maka kami segera menghampirinya. Rasulullah SAW mencegahnya, ‘Biarkan cucuku, jangan membuatnya terkaget hingga ia menyelesaikan kencingnya.’ Kemudian ia menguyurnya dengan air”.

Begitulah contoh teladan kasih Rasul yang telah diberikan kepada kita.
Untunglah saya banyak mengingat tentang masa kecil saya (walaupun kata teman-teman saya di fakultas kedokteran umum tidak mungkin, tapi saya bukti hidupnya ^_^. Bahkan saya bisa mengingat kejadian sewaktu saya masih bisa tengkurap dan bertemu dengan kakak pertama saya. Waktu itu kakak saya mengambil permen yang saya pegang, sehingga saya menangis karena jengkel). Sehingga saya sering kali bisa membayangkan dan memposisikan diri sebagai anak kecil dan mengerti bagaimana perasaan mereka. Janganlah kita sangka bahwa anak-anak tidak mengerti apa-apa. Mereka mengerti apa yang dibicarakan orang dewasa, hanya saja belum ada kemampuan untuk merespon seperti respon yang dipahami oleh orang dewasa. Mereka juga mempunyai perasaan sama seperti perasaan orang dewasa. Karena itu, jagalah perasaan mereka seperti kita menjaga perasaan orang lain, bentuklah kepribadian mereka seperti kita ingin yang terbaik bagi diri kita. Yang terpenting, cintai mereka karena mereka adalah titipan berharga yang (nyatanya) tidak diberikan kepada semua orang.

my niece🙂

 

(tulisan ketika otw dari tongas ke surabaya, tetapi blackberry tiba-tiba mati sehingga posting dari PC, hehehe)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s