hari kedua, goes to cimumput (1)


Dini hari (entah jam berapa), sirine telah berbunyi… Memanggil para siswa untuk segera berkumpul. Dalam suasana tenda yang gelap gulita, para siswa berusaha dengan secepat mungkin berpakaian lengkap. Pakaian lengkap, artinya berpakaian seragam lengkap, memakai scarf dan topi, membawa tempat minum dan tas, tentu saja dengan memakai sepatu. Tiba2 ada bayangan orang masuk ke dalam tenda kami, dan dengan cepat orang itu mengambil tas saya (wahaha, bencana).

 Tidak saya pikiran tas saya yang ‘dicuri’ orang. Hal yang harus kami lakukan sekarang adalah berbaris secepat mungkin dilapangan, kalau tidak mau terkena hukuman. Ketika dilapangan, kami diinstruksikan memeriksa kelengkapan pakaian. Pada bagian siswa putri tidak ada yang melakukan kesalahan parah, tapi di bagian siswa putra banyak yang melakukan kesalahan parah, ada yang masih memakai sarung, ada yang cuma memakai kaos kaki sebelah, intinya banyak yang belum memakai pakaian lengkap. Semuanya menahan tawa dilapangan. Bagi yang tidak memakai kelengkapan ditanya satu per satu alasan mereka, termasuk saya (tidak membawa tas). Pelatih kemudian memberikan waktu kepada kami untuk memakai kelengkapan. Kemudian kami tiarap membentuk lingkaran. Setelah beberapa aktivitas, kami dibubarkan dan diijinkan untuk kembali beristirahat di tenda. Tapi saya tidak bisa kembali ke tenda, karena harus mengambil tas saya yang tadi diambil pelatih T.T , alamat mengambil tas dengan syarat push up, pagi-pagi dah kena hukuman…

 Sampai saat ini yang saya rasakan lebih berat kepada gemblengan fisik bukan secara mental. Menurut saya lebih berat gemblengan mental waktu pengkaderan di kampus. Gemblengan mental dari pelatih 1 level lebih ringan daripada di kampus, kecuali ketika instruksi dipegang oleh mayor yanto, pasti deg deg an.

Waktunya ibadah subuh…

Olahraga pagipun sudah menunggu. Pagi hari dalam kamus kami artinya 5 menit sesudah sholat subuh, bukannya ketika langit berwarna cerah. Pagi itu kami diperkenalkan rutinitas olahraga yang akan kami jalankan selama 34 hari kedepan. Olahraga yang terdiri dari gerakan-gerakan pemanasan, dan tak lupa push up, sit up, dan lari. Selesai olahraga adalah acara bersih diri kemudian sarapan pagi. Pada awalnya, acara makan lebih menyiksa daripada acara hukuman. Bagi yang tidak terbiasa makan cepat seperti saya, rasanya mau muntah ketika makanan masuk dengan dipaksa. Tapi lama-kelamaan sudah terbiasa memakan semua yang disajikan hanya dalam waktu 5 menit. Sebenarnya hanya masalah psikologis saja, persepsi dalam pikiran yang menjadikan kita terbiasa makan tanpa dikunyah. Awalnya karena pengaruh pikiran, perut jadi bereaksi terhadap makanan yang kami makan, yaitu berupa perasaan ingin muntah. Kuncinya adalah “free your mind”, then you’ll can do the things that your mind think that you can’t do (hahaha mbulet). Makanan yang kami makan setiap hari adalah menu yang sehat, ditambah snack yang mengenyangkan tiap menjelang siang dan sore hari. Dengan rutinitas seperti itu biasanya siwa setiap menjalani program akan terlihat lebih sehat (dalam artian lebih gemuk).

 Dan sepertinya hari ini akan menjadi hari yang panjang…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s