when we get old



We are young, we are free
You can run away with me
We are young, we are free
If you only believe
That everything you want is not so far away
We are young, we are young, forever

(We are young – The moffats)

Beberapa hari ini ketika melewati orang-orang seumuran itu, saya jadi memperlambat laju motor, sedikit memperhatikan mereka kemudian tertegun, membayangkan bahwa nantinya saya juga seperti itu. Dahulu, berpuluh-puluh tahun yang lalu, mereka pasti seperti saya saat ini, muda, penuh cita-cita, berbadan tegap, sehat dan penuh senyuman. Kini, dibalut kulit yang keriput dan tubuh yang semakin ringkih, sebagian dari mereka ada yang masih bekerja di kantor, di jalanan, di sawah atau sekedar berhari tua di rumah saja. Mengingatkan saya akan almarhum kakek dan nenek saya ( semoga Allah meridhoi dan mengampuni dosa-dosa mereka, amin ). Di usia yang sudah begitu senja, dimana umumnya orang-orang seusia beliau sudah beristirahat di rumah saja, kakek ( ayah dari ibu saya ) menghabiskan waktunya di sawah. Kakek senantiasa merawat sepetak kecil ladangnya. Beliau mencangkul, menanam, memanen sendiri di sawah, dibantu oleh nenek yang badannya lebih terlihat ringkih daripada kakek.

Sedikit sekali yang saya ketahui tentang sejarah hidup kakek dan nenek saya (baik dari ibu maupun bapak). Merasa menyesal, mengapa ketika mereka masih bisa bercerita, saya jarang sekali berbincang-bincang dengan mereka. Saya selalu tidak punya waktu untuk sekedar hangout dengan mereka. Menurut cerita ibu, dahulu semua kakek dan nenek saya kehidupannya penuh perjuangan. Mereka hidup di jaman negara ini masih di jajah, dan umumnya kehidupan rakyat indonesia saat itu memang memprihatinkan. Banyak juga cerita-cerita lucu ketika itu, memprihatinkan sekaligus lucu, khas masyarakat yang masih polos.

Cerita tentang perjuangan kakek-kakek saya membuat saya mengambil pelajaran. Kakek dari bapak adalah seorang pejuang yang meninggal muda karena sakit tetanus, sehingga saya belum pernah bertemu beliau. Kakek dari ibu adalah seorang wiraswasta sampai akhirnya menjadi pegawai pada sebuah bumn. Berkat kerja keras kakek pula, ibu saya dan saudara-saudaranya memiliki tempat tinggal yang layak, salut, TOP. Rumah yang saya tempati sekarang, membuat kami sekeluarga ingat akan beliau dan betapa kami berterimakasih. Walau pendidikannya terbatas kala itu, bahkan kondisi peperangan, tetapi kakek tidak menyerah untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarga.

We are young…
Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

« سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ……. »

“Ada tujuh golongan orang yang Allah berikan naungan pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya, [pertama] penguasa yang adil, [kedua] pemuda yang tumbuh berkembang dalam peribadatan kepada Robbnya….”(diriwayatkan oleh Al Bukhori no. 660, Muslim no. 1031).
Peribadatan dalam asumsi saya adalah semua hal yang dilakukan dengan niatan beribadah, bukan hanya sholat, zakat, dan semacamnya, ibadah-ibadah wajib lainnya. Jadi banyak sekali aspek untuk menimba pahala. Mumpung masih muda, mari banyak menabung pahala untuk bekal di hari tua. Ingat 5 perkara, sebelum 5 perkara, salah satunya muda sebelum tua. Menabung dengan cara MLM adalah salah satu cara untuk melipatgandakan amalan kita, yaitu mencari ilmu untuk disampaikan kepada orang lain.
-Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Barangsiapa yang mengajak untuk mengerjakan sesuatu amal yang baik,  adalah baginya pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala itu dari pahala-pahala mereka; dan (sebaliknya) barangsiapa yang mengajak untuk mengerjakan sesuatu amal yang menyesatkan,  adalah ia menanggung dosa sebanyak dosa orang-orang yang mengikuti, dengan tidak mengurangi sedikit pun dosa itu dan dosa-dosa mereka.”(Muslim, Abu Daud dan Tirmizi).

When I get old, I want to have good deed as much as I can. And when I get old, I hope people remember me as a good person that I can be. Most of all, I hope He will give me and my family barokah, until the rest of our life. Amiin…
This body can get old as the year goes by, but the spirit inside of me will still remain young…young forever…

Posted from my BeBe Caca®. Powered by matrix indosat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s