they colouring my rainbow


Titik – titik hujan, masih membasahi
Kala kau menyapa, pelangiku
Ingin kuberlari, jumpa bidadari
Bawalah aku pergi, bersamamu
Bisikkan kisah yang lucu
Nyanyikanlah lagu merdumu
Merah, kuning, jingga dan ungu
Sentuhkan warnamu dalm gaunku

Ingin ku menari
Hingga kau sembunyi
Rindu pelangiku, datang lagi…
(Sherina – pelangiku)

Baru seminggu (2x pertemuan dengan mereka) rasanya kami sudah kenal satu bulan. Bahkan di pertemuan pertama, sudah merasa cocok sampai-sampai ada yang konsultasi. Guess who? mereka adalah adik-adik binaan rumah zakat dalam program Qur’an Youth. Dalam program ini, adik-adik seusia anak-anak SMP atau SMA diajak untuk mengikuti pembinaan membaca Al-Quran. Tujuannya agar mereka dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar, baik dan benar. Tidak pernah menyangka, bahkan tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa masih ada adik-adik SMP atau SMA didaerah kampung saya yang bisa diajak untuk mengkaji islam.

Hari minggu kemarin, sedari pagi sampai siang adalah acara kajian pertama yang mereka ikuti, yang diadakan oleh Teens club. Walaupun tidak semua bisa hadir, tapi saya cukup mengapresiasi sebagai sebuah awalan yang baik. Bagi Anda yang belum tahu, Teens club merupakan organisasi pelajar islam se-surabaya dibawah asuhan uswah student center. Kalau tidak tahu juga tentang uswah student center, googling saja yak?? Hehehe. Acara kajian minggu pagi kemarin adalah tentang valentine’s day yang dipandu oleh ustadz abdussalam di masjid nuruzzaman kampus B unair. Ustadz membahas tentang asal usul hari valentine dan sikap apa yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Hari valentine sejatinya adalah memperingati kematian seorang pendeta karena membela cinta 2 orang insan, maka sebagai seorang muslim benar-benar tidak perlu untuk ikut memperingatinya. Ditekankan bahwa hendaknya cinta kita diberikan nantinya kepada pasangan kita setelah menikah. Ujung-ujungnya membahas pacaran setelah menikah, jadi penasaran ^_^, hohoho.

Setelah penjelasan yang panjang, muncul banyak pertanyaan, salah satunya dari adik-adik binaan saya. Senang mendengarkan mereka bertanya dan bercerita. Cara mereka menceritakan dengan serius dan gaya yang lucu, khas anak ABG (apa dulu juga seperti itu ya??? Hmmm), sebenarnya membuat saya tertawa dalam hati. Bertemu dengan adik-adik ‘kecil’ serasa mengingatkan kembali gairah muda yang agak terkubur. Agak terkubur oleh realitas dunia yang mengalahkan panggilan hati nurani. Alhamdulillah, Dia masih mempertemukan saya dengan adik-adik yang memberi warna pada pelangi saya yang semakin pudar. Mereka adalah permata yang berharga. Mungkin permata-permata itu sedang tidak berada pada tempat yang dapat memoles kilau mereka. Ketika menemukannya, semoga saya bisa membantu mewujudkan cita-cita mereka untuk berkilau (dengan izin Allah SWT). Semoga saya masih diberi kesempatan untuk menemani mereka dan berbagi cerita.

Posted from my BeBe Caca®. Powered by matrix indosat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s