akhir adalah awal


Malam itu, akhirnya kami bisa merasakan waktu luang dengan santai, tanpa pelatih, tanpa tugas, tanpa target untuk besok. Hari ini adalah hari pertama kami tanpa siapapun yang mengawasi. Ah, begitu indahnya udara kebebasan.
Jika Anda setiap hari menikmati udara kebebasan, percayalah bahwa hal itu adalah karunia yang patut disyukuri.
Ketika itu, saya dan teman-teman seangkatan menjalani dikdas (pendidikan dasar) sebagai pendidikan wajib bagi calon karyawan tetap pada sebuah perusahaan swasta nasional. Selama 35 hari (pas), kami digembleng oleh DISPSIAD (dinas psikologi angkatan darat – kalau tidak salah singkatannya, hehehe). Tidak diijinkan membawa handphone, tidak diijinkan membawa obat-obatan pribadi atau kosmetik, dan tidak diijinkan membawa uang (kecuali kalau disembunyikan, dan berhasil lolos pemeriksaan). Dan saya mengaku, saya termasuk yang berhasil meloloskan obat-obatan pribadi, kosmetik, dan uang, hahaha. Untuk obat-obatan pribadi, tabir surya, dan parfum saya ‘selundupkan’ diantara baju, dan untuk uang saya ‘selundupkan’ di sepatu saya.
Alhamdulillah 35 hari telah berlalu. Malam ini adalah malam terakhir kami bertemu, setelah menjalani 35 hari yang melelahkan. Saat ini tentu merupakan saat yang paling ditunggu, karena besok kami akan pulang ke rumah masing-masing. Bagi saya saat ini adalah saat yang menyedihkan. Saya merasa ada yang salah dengan kata ‘perpisahan’. Mengapa harus ada perpisahan ketika kebersamaan begitu indah ? Well, that is absolutely a silly question, I know ^_^ . Karena sejatinya tidak ada yang abadi di muka bumi ini. Bahkan posisi gunung yang perkasa sekalipun tidak pernah berhenti untuk bergerak ( berikut artikel bagus tentang gunung http://pendawa5.wordpress.com/2007/12/09/gunung-pasak-bumi/ ).
Ada pertemuan, ada perpisahan. Dengan teman-teman yang baru saya kenal selama 35 hari saja, saya merasakan kehilangan ketika harus berpisah. Karena bersama mereka, saya lalui suka duka, mendaki gunung, lewati lembah (tidak kalah dengan ninja hatori), melintasi sungai, menjalani hukuman bersama-sama, selama 35 hari.
Saya tidak bisa (lebih tepatnya takut) membayangkan ketika saya suatu saat harus berpisah dengan orang-orang yang saya sayangi, yang telah menjalin ikatan batin dengan saya selama puluhan tahun. Well, that’s life. I can’t be my family’s little girl forever. I myself must start a new beginning in my life someday, apart from my family.

Sebuah akhir adalah sebuah permulaan yang baru. Tiada akhir tanpa ada awal yang baru. Akhir sebuah hari, pastilah menandakan awal hari yang baru, that’s why “Today is a brand new day” ^_^

Posted from my BeBe Caca®. Powered by matrix indosat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s