unconditional love


Seseorang telah menginspirasi saya tentang kata ini. Sebuah kata yang mungkin telah dirasakan oleh banyak orang. Mungkin juga saya rasakan, tetapi tidak pernah terpikir oleh saya untuk dirumuskan dalam sebuah kata. Kata-kata itu adalah “unconditional love”, cinta tanpa syarat. Unconditional kepada Allah adalah sesuatu yang harus. Dalam konteks ini unconditional-nya adalah kepada seseorang yang tidak memiliki hubungan kekerabatan sama sekali.
Saya baru tersadar bahwa sering kali saya melakukan sesuatu untuk seseorang tanpa ada efek keuntungan yang kembali kepada saya. Dan ketika saya tidak melakukan pun, sebenarnya tidak menjadi masalah dan tidak akan ada yang berubah terhadap hubungan pertemanan kami.

Saya ingin menceritakan kisah seorang teman saya tentang perjalanan menuju pernikahannya.
Mbak yang satu ini secara fisik terlihat sebagai seorang yang tangguh, tegas dan (sampai sekarang pun) suka mengomeli saya (hehehe). Rekan kerja saya satu ini memiliki cerita menarik. Dia adalah seorang wanita yang memiliki unconditional love, dia rela memberi untuk lelaki yang dia sayangi. Tentu saja dengan harapan bahwa lelaki yang dia sayangi akan memberi kasih sayang yang dia butuhkan/inginkan. Dia tidak menginginkan lelaki yang dia sukai membalas dengan memberi hadiah dsb, tetapi dia hanya ingin disayangi sebagai seorang wanita. Tetapi sayang, Allah belum menakdirkan lelaki-lelaki yang dia sayangi sebagai jodohnya. Bertahun-tahun kemudian, dia coba mengusir rasa sedih dan kesendiriannya dengan berbagai aktivitas termasuk menambah teman. Alhamdulillah akhirnya Allah mempertemukan dia dengan seorang lelaki yang juga memiliki unconditional love yang sama. Sekali lagi cinta mbak ini diuji. Ketika akan menikah, mereka memutuskan bahwa sang suami akan meninggalkan pekerjaannya di luar pulau, dan menetap di surabaya. Sehingga mereka menikah ketika si suami dalam kondisi jobless. Sesaat setelah mereka menikah, datanglah ujian yang lain, sang istri diketahui memiliki miom yang melekat di salah satu indung telurnya. Sehingga salah satu indung telurnya harus diangkat bersamaan dengan diangkatnya miom tersebut. Sang suami tidak merasa mengeluh tentang kondisi sang istri. Alhamdulillah setelah 1 tahun menunggu, akhirnya mereka dikaruniai seorang putri. Seiring berjalannya waktu, ternyata susah bagi sang suami untuk mendapatkan pekerjaan selayak pekerjaannya sebelumnya. Dengan pekerjaan seadanya, alhamdulillah kini mereka tetap bisa hidup bahagia. Sang istri memahami dan menerima kondisi suaminya, begitupun sang suami tidak lantas berpangku tangan dan menyerah dengan kondisinya.

Saya tidak pernah mempertanyakan motif saya melakukan sesuatu untuk seseorang, siapapun itu (baik laki-laki maupun perempuan). Tetapi saya hanya mendengar penilaian orang lain. Terkadang orang lain menilai bahwa saya memiliki sesuatu yang spesial dengan teman saya (ketika berhubungan dengan lawan jenis). Ketika saya merasa nyaman dengan seseorang, saya tidak keberatan untuk membantunya. Entah tiba-tiba saya merasa memiliki perasaan khusus atau tidak, saya juga tidak tahu. Bisa jadi saya baru menyadari perasaan khusus itu ada ketika seseorang itu sudah bersama dengan orang lain. Kata-kata bijak mengatakan “kita akan menyadari betapa berharganya sesuatu ketika kita kehilangannya”. Disisi yang lain kata-kata bijak berkata “kita tidak bisa kehilangan sesuatu yang bukan milik kita”.
Seorang teman berkata bahwa bisa jadi awalnya seseorang memiliki kriteria-kriteria tertentu dalam memilih pasangan. Tetapi terkadang ketika bertemu dengan seseorang yang ‘klik’, bisa jadi dia akan melupakan kriteria-kriteria yang pernah ditargetkannya. Satu hal yang pasti, seseorang sangat bisa menerima seseorang yang lain tanpa syarat apapun.

Posted from my BeBe Caca®. Powered by matrix indosat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s