kangen olahraga, kangen ‘aksi’


Masih ingat ketika melihat berita dunia di TVRI, waktu itu masih SD. Setiap hari ada berita kerusuhan di palestina. Bertanya kepada kakak, “ada apa sih dengan negara palestina? Mereka bangsa arab kan? Israel itu negara apa? Siapa yang jahat dan yang baik?”. Di televisi tampak gambar warga palestina berdemo, melempar batu. Dalam image saya waktu itu, orang yang berdemonstrasi itu tidak baik. Membuat kacau suasana dan tidak patut ditiru. Tapi setelah penjelasan kakak panjang lebar akhirnya saya simpulkan bahwa negara palestina adalah yang patut dibela. Dan ternyata mereka berdemo untuk menuntut hak mereka yang dirampas. Hmmm semakin mengerti, semakin bingung. Semakin banyak pertanyaan-pertanyaan bermunculan, tentang mengapa mereka mempermasalahkan masjid al-aqsa, dll…

Seiring tahun berjalan, tidak pernah lagi melihat siaran berita dunia TVRI. Pertanyaan-pertanyaan yang dulu bermunculan sudah hilang entah kemana.
Tarara… Tak terasa sudah SMA. Seperti mimpi rasanya bisa masuk SMA 5 ( Alhamdulillah, tidak henti puji syukur kepada Allah SWT atas karuniaNya sampai saat ini ). Di SMA berkenalan dengan mbak-mbak SKI yang kusayang sampai hari ini. Disinilah kembali pertanyaan-pertanyaan semasa kecil muncul. Terjawab pula dengan cerita yang lebih lengkap dan menyeluruh tentang konspirasi dan banyak hal lainnya.

Tahun pun cepat berlari…
Tarara… Sudah kuliah. Alhamdulillah masuk informatika ITS. Di kampus ternyata bertemu dengan mbak-mbak KAMMI. Di kampus ini, alhamdulillah saya bisa seperti saudara-saudara di palestina. Yap, saya berdemo, rajin olahraga hampir setiap jumat siang. Di KAMMI, kami menyebut aktivitas berdemo sebagai ‘aksi’. Saya suka demo ketika mendengarkan orasi, karena terkadang orator memasukkan materi-materi sejarah, politik, dll, saya jadi paham akan isu-isu yang ada. Selain itu saya juga suka menyanyikan lagu-lagu penyemangat, ‘lagu turun ke jalan’.
“Wahai kalian yang rindu kemenangan,
Wahai kalian yang turun ke jalan,
Demi mempersembahkan jiwa dan raga,
Untuk Allah semata”
Jadi ingat, demo yang paling seru adalah demo di depan konjen amerika. Ikhwan-ikhwan di barisan depan mengancam akan memasuki pagar pembatas, dan diikuti oleh peringatan para polisi. Subhanallah ikhwan-ikhwan itu, walaupun saya tidak kenal, tapi saya mengagumi semangat dan jiddiahnya.
Tapi dari moment-moment saya ber-aksi, saya paling suka acara doa, karena saya lebih merasa khusyuk berdoa ketika bersama-sama dalam semangat menyuarakan kebenaran.

Tahun terus bergulir…
Tarara… Seharusnya saya sudah selesai S2, hahaha ( tapi saya memilih bekerja saja ). Terkadang ikut demo yang diadakan partai. Sekarang saya melihat saudara-saudara di Mesir berdemo, menyuarakan aspirasi mereka. Mengingatkan saya akan demo-demo di palestina dan demo-demo saya dulu.

Terus…, kapan bisa demo lagi ??? Sudah lama nih ndak olahraga ^_^

*Kepada yang tidak setuju dengan aksi demo. Mohon maaf sebesar-besarnya, karena kami bukan bermaksud mendzholimi Anda sekalian. Kami hanya ingin menyuarakan aspirasi dan dukungan kami. Selain itu, kami juga peduli dengan masyarakat. Kami tidak ingin masyarakat dibodohi dengan berita televisi. Kami ingin Anda semua mendengarkan kebenaran*

Posted from my BeBe Caca®. Powered by matrix indosat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s