are you smarter than a 5th grader?


Apa sudah terbayang, bahwa tahun ini akan jadi tahun yang berat?

Harga-harga kebutuhan pokok yang semakin naik, yang diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan lainnya. Banyaknya isu- isu internal perusahaan yang meresahkan, dan memang benar begitu adanya. Membuat sebagian orang berpikir untuk mencari lahan rezeki yang lain. UUD (ujung-ujungnya duit), mendorong manusia berpikir bagaimana dengan usaha yang kita lakukan menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Money is not everything, but without money we can do nothing.

Saya sebagai pribadi yang dibesarkan dalam lingkungan penuh konsep berhitung secara logika, melogika bahwa tahun ini merupakan tahun yang berat. Karena secara logika tidak ada sebuah kepastian (ini bukan masalah jodoh lho, tetapi lebih ke rezeki). Walaupun rezeki tidak akan tertukar, tapi apakah tidak diusahakan?

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” [QS Huud:6]

Semuanya sudah Allah jamin rezekinya sampai pada hewan melata sekalipun. Tinggal kita berikhtiar dan bertawakkal. Lha ini yang susah, ketika giliran bertawakkal, bersiap-siaplah untuk ikhlas dan mensyukuri segala sesuatu yang diberikan Allah SWT.

Susah bener…

Tapi bukankah hidup logikanya memang seperti ya? Tidak ada hidup jika tidak ada tantangan. Problems gives you experiences, skills, and many more. Saya pernah membaca (lupa bukunya) bahwa hidup itu ibarat memasuki hutan belantara. Kita tidak pernah tahu apa yang akan kita temui sepanjang perjalanan. Bahkan banyak permasalahan yang kita temui, yang akan mendorong kita untuk berpikir lebih dari biasanya, mengerahkan semua sumber daya yang kita punya untuk memecahkannya. Lagipula, kita tidak hidup sendirian di dunia, bukan? Masih ada teman dan keluarga untuk bertukar pikiran. Terlebih, kita masih punya Tuhan, tempat untuk berdoa dan memohon pertolongan. Orang bilang “biasalah manusia, kalau ada perlunya datang ke Tuhan” (semoga kita bukan termasuk yang demikian, hehehe).

Dalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman, yang artinya : “Berinfaqlah kamu, niscaya Allah akan memberi belanja kepadamu” (Muttafaq’Alaih).

Dalam QS Ath Thalaaq ayat 2-3 Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-Nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”.

Logika berhitung manusia tidak akan pernah sampai kepada konsep berhitung rezeki Tuhan. Kita hanya diperintahkan untuk berusaha yang terbaik, berdoa, dan bersyukur.

Maybe, hard year is just another way from God to makes us smarter than a fifth grader ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s