weekendku


Sudah weekend…
Baru menyadari kalau ada hari yang dinamakan weekend. Yang dimaksud weekend ternyata hari yang digunakan untuk libur dalam rentang waktu seminggu. Selama 3 tahun terakhir rasanya sudah puas menikmati 2 hari libur dan 5 hari kerja.
Hari minggu selama 3 tahun terakhir ini berbeda dengan hari minggu bertahun-tahun yang lalu.
7 tahun yang lalu, rasanya…
Hari-hari berjalan seakan seperti gulungan kertas raksasa yang ditarik terus menerus tapi tidak kunjung ketemu pangkalnya. Setiap halaman kertas menunggu untuk ditulis dengan aktivitas. Setiap hari rasanya sama, tidak ada namanya hari libur. Jadi wajarlah kalau baru nyadar ada kata ‘weekend’.
Waktu itu bukan hanya diri sendiri dan keluarga yang heran kalau saya ada dirumah sebelum malam tiba, tapi tetangga juga tidak kalah terkejutnya. Waktu itu jaman masih kuliah. Kebetulan saya merasa tidak enak badan, sehingga saya putuskan pulang cepat. Sampai dirumah sekitar setengah 5 sore. Baru didepan halaman rumah, tetangga langsung berteriak memberitahukan kepada ibu saya “iki lho wulan teko, lho kok wes teko” (terjemahan : ini lho wulan sudah datang, tumben sudah datang). Saya kaget juga melihat reaksi tetangga yang seperti itu. Apa mungkin saya dikira vampir, yang berangkatnya menghindari matahari bersinar, dan pulang ketika matahari benar-benar tenggelam, bahkan ketika orang-orang kampung sudah mulai tertidur. Keberadaan saya dirumah waktu sore hari adalah sesuatu yang langka, tidak kalah langkanya dengan melihat saya hari libur di rumah.
Tapi, sekarang sudah memiliki banyak waktu luang. Sudah bisa menikmati yang dinamakan weekend. Terkadang pergi melihat tempat-tempat baru. Terkadang pergi silaturahim. Terkadang sekedar menyandarkan punggung dan menonton televisi.
Sudah cukuplah menikmati masa-masa berleha-leha (bersantai-santai), saatnya kembali menikmati masa-masa beramal. Semoga bisa memulai kembali dan istiqomah, amiin.

“Karena tidak tahu kapan akan diambil nyawaku,
Kuharap aku bisa mengisi hari-hariku dengan amal terbaikku,
Agar aku juga tidak malu dihadapan penciptaku”

Posted from my BeBe Caca®. Powered by matrix indosat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s