I am special, what about you?


Pada suatu hari, Rasulullah tercinta melintasi sebuah kota. Kepada orang-orang dikota beliau bertanya; “Apakah kalian tahu apa artinya untung, rugi, dan bangkrut?” Sungguh, itu pertanyaan gampang. Sehingga setiap orang bisa menjawabnya dengan mudah. Namun, tak satupun dari jawaban itu yang memuaskan sang utusan. Lalu dia berkata, “Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang dihari ini, lebih baik dari hari kemarin. Mereka yang tidak lebih baik dari hari kemarin, adalah orang-orang yang merugi. Sedangkan jika dihari ini dirinya lebih buruk dari hari kemarin, maka mereka adalah orang-orang yang bangkrut.” (Copas, lebih detail tentang penjelasan topik hadist diatas, bisa melihat blog Mr. Dadang kadarusman)

Kalimat hadits diatas selalu membuat saya melongo dan merenung lama, walaupun saya sudah berkali-kali membaca atau mendengarkan hadits tersebut dibacakan…. Lha wong susah sekali menerapkannya. Memang mudah berteori. Memang mudah menyemangati orang lain. Tapi bisakah melaksanakan? Apalagi jika untuk memberi contoh kepada sekitar kita…

Hikmah hadits Rasul memang tidak akan habis untuk digali. Bahkan sampai detik ini pun, hadist-hadist beliau masih relevan dengan kehidupan kita. Tapi tampaknya sangat sedikit dari kita yang ‘melek’ hadits yang jumlahnya ribuan itu.

Apa yang terjadi jika tidak lama lagi saya akan mati ? (Bisa beberapa tahun lagi, beberapa bulan, hari, jam, menit, bahkan beberapa detik lagi). OMG!!! MasyaAllah… Astaghfirullah… Ngeri, karena kalau saya cermati, saya masih belum punya amalan yang saya yakini bisa saya bawa menemui Allah SWT. Padahal disisi lain kematian memang sedang mengintai saya dari sudut manapun (lagi clingak-clinguk).
So what can I do? Saya merasa, sebenarnya saya sudah tahu jawabannya. Tapi mengapa seakan-akan mudah lupa dengan jawaban tersebut. Kita mulai dari hal yang simple saja, karena untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin tidak harus berubah menjadi superman kan??! Misal dari hal yang paling ringan saja, berdzikir. Bisa tidak ya nambah hitungan dzikir tiap hari? Tidak usah banyak-banyak, mungkin nambah 1,2,3,5 saya rasa it’s OK. Bagi yang hobby membaca, setiap hari usahakanlah halaman buku yang kita baca bertambah. Agar hobby membaca kita tersebut manfaat, bacalah tentang ilmu agama atau pengetahuan (bukan novel, apalagi komik). Dengan demikian, setiap hari ilmu kita akan bertambah (berarti sudah lolos dari kalimat : orang yang merugi adalah jika hari ini sama dengan kemarin??). Sedangkan bagi yang suka nonton televisi tetapi tidak suka membaca, tontonlah kajian rutin di televisi (bukan infotainment). Dengan melakukan hobby-hobby kita, sekaligus kita sudah dibekali ilmu yang siap untuk disampaikan kepada orang lain (benar begitu? Nyoba dulu ah). Contoh lain bagi yang memiliki hobby menghafal (memorize). Saya memiliki kebiasaan menghafal, kebiasaan orang, baju apa yang pernah dipakai (lho?? Itu bukan termasuk). Manfaatkan kegemaran kita menghafal dengan sesuatu yang berpahala, yaitu menghafal Al-Quran. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad). Ada lagi hadist lainnya (that’s why I love to memorize, walau hafalannya juga gak banyak sih :p), Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”” (HR. Muslim). Setiap hari kita usahakan bertambah hafalan kita. Jika tidak sanggup menghafal satu halaman sehari, mungkin cukup dengan 1 ayat sehari. Jika tidak sanggup 1 ayat sehari, mungkin bisa setengah ayat sehari. Yang pasti, bagaimana caranya hafalan kita bertambah dari hari kemarin.
Gampang kan…?
Dan masih banyak lagi amal andalan yang bisa kita lakukan. Kita semua pasti tahu kecenderungan kita. Jika tidak bisa melakukan semua amalan yang dicontohkan Rasul, maka pilihlah amalan-amalan andalan (saya ingat kisah tentang beberapa sahabat yang memiliki amalan andalan yang dilakukan secara kontinu sehingga mengantarkan mereka dijamin masuk surga).

Pasti kita semua ingin istimewa dihadapan Allah SWT dan berharap diijinkan memasuki surgaNya. Mungkin salah satu cara menjadi istimewa adalah dengan istiqomah (Duo isti… nama siapa lagi ini? Hehehe) melakukan amal kebaikan yang lebih baik setiap hari. Carilah sebanyak-banyaknya ‘something special’ yang bisa kita lakukan. Sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin. Capek, hidup didunia memang untuk bercapek-capek, sedangkan waktu menikmati hasilnya adalah di surga. Sering lupa, itulah gunanya teman yang dapat saling mengingatkan (datangilah majelis-majelis ilmu).

Can we ?
Say it out loud with me “Yes, We Can!!”
I say it to myself ” Yes, I can!!”

I know that I am special, what about you?

Posted with WordPress for BlackBerry.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s